Tentu, permainan di atas adalah awal yang baik bagi dosen luar yang mengabdi di UUM untuk selaing mengenal dan membicarakan hal ihwal akademik lebih santai. Setelah bermain, kami pun mengambil tempat di Kopitiam untuk membincangkan kegiatan selanjutnya. Rie Nakamura dari Jepang mengusulkan agar pada masa yang akan datang, para dosen tamu berekreaksi ke Sungai Batu, Kedah, tempat peradaban terawal terbentuk di Semenanjung. Kehadiran Cik Arul, tutor lokal, yang menyelesaikan Master di Cambridge turut membantu kami mengenal lebih dekat budaya Semenanjung. Sementara Dr Akhilesh yang bertugas di Universitas Jawaharlal Nehru turut mengetengahkan isu-isu berkait dengan India dan perkembangan masyarakatnya.
Pendek kata, dalam pertemuan singkat itu, kami mengetengahkan isu dunia, mulai dari Irlandia (Eropa), India dan Asia Tenggara. Batas luruh. Ada kehendak yang kuat untuk menjadikan pertemuan ruang yang kondusif bagi dosen tamu menciptakan kehidupan kampus yang meriah, tak redup. Sebagai kegiatan rutin, setiap hari Rabu jam 12, kami akan makan siang di Academic Lounge, selain memenuhi keperluan tubuh, kami juga akan bertukar semangat pengetahuan. Semoga! Selamat Dr Adrian telah menggagas pertemuan ini dan menjadikan silaturahim antara dosen dengan baik.